Peran Green Ambassador dalam Upaya Pelestarian Lingkungan

Assalamualaikum wr wb.

Persoalan lingkungan telah banyak didiskusikan oleh politisi, ilmuwan, agamawan maupun wartawan. Lingkungan manusia yang semakin memburuk pada hakikatnya merupakan wujud krisis nilai. Karena itu untuk menemukan faktor penyebab kerusakan lingkungan kita sekarang ini, kita harus melihat sikap yang dibentuk oleh pola pikir kita.

Berbagai cara juga telah banyak dilakukan oleh berbagai pihak dalam upaya pelestarian lingkungan. Tapi sampai saat ini belum ada perubahan yang signifikan terhadap pelestarian lingkungan. Sebuah perubahan tidak akan terjadi tanpa adanya agen perubahan , demikian juga pelestarian lingkungan tidak akan terjadi tanpa adanya agen lingkungan.

Setiap orang, apapun perannya di masyarakat sebenarnya memiliki kemampuan untuk menjadi katalisator perubahan. Dan untuk menjadi katalisator perubahan itu, kesempatan itu selalu ada. Perubahan itu sendiri bisa bersifat sementara maupun bersifat permanen. Perubahan yang berifat sementara, biasanya berhubungan dengan perasaan, sehingga bisanya tidak berlangsung lama. Perubahan yang permanen umumnya berhubungan dengan perubahan pikiran (mind set), perubahan yang terjadi pada pemikiran akan mempunyai dampak jangka panjang. Beberapa orang sudah membuktikan bahwa peubahan pikiranlah yang menjadikan orang untuk berhijrah secara permanen.

Green Ambassador atau duta lingkungan merupakan salah satu alternatif bagaimana peran orang dengan berbagai latar belakang pendidikan mencoba melakukan berbagai upaya pelestarian lingkungan. Duta lingkungan ternyata bisa muncul dari berbagai daerah dengan kekhasan wilayahnya masing-masing, sehingga upaya pelestarian lingkungan akan menggunakan pendekatan yang sesuai.

Kontribusi yang dapat diberikan oleh seorang green ambassador merupakan sebuah manifestasi tanggung jawab dari apa yang sudah dipikirkan. Yang namanya perubahan untuk seorang green ambassador adalah ketika dirinya sudah melakukan perubahan untuk lingkungannya. Menjadi green ambassador ternyata tidak dibatasi oleh latar belakang profesi maupun usia. Seorang dokter yang notabene tugasnya mengobati orang sakit, tapi punya sisi kepedulian terhadap lingkungan terutama dalam mencegah efek rumah kaca, karena ternyata ada kaitan antara pemanasan global dengan penyebaran penyakit. Orang yang mempunyai kemampuan di bidang teknologi, ternyata mampu membuat alat prototype untuk menyerap CO2 dan lampu penyerap CO2 yang berasal dari alga dalam upaya mencegah efek rumah kaca.

Tidak hanya pendekatan sains dan teknologi, seorang green ambassador yang mempunyai latar belakang ilmu sosial tak kalah pentingnya dalam upaya pelestarian lingkungan. Aturan adat yang merupakan nilai positif kearifan lokal terbukti dapat mencegah orang mengeksploitasi lingkungannya, salah satunya adalah menjaga kelestarian terumbu karang. Seorang green ambassador dengan latar belakang ilmu ekonomi yang biasanya bersebrangan dengan masalah lingkungan kini muncul dengan konsep green economy. Terbukti pelestarian lingkungan merupakan masalah multidimensi yang memerlukan penyelesaian secara terintegrasi.

Status dan gelar ternyata bukan faktor pembatas seorang menjadi green ambassador. Seorang ibu rumah tangga dengan tekad dan motivasi yang kuat untuk melakukan perubahan juga mampu mengubah lingkungannya terutama dalam menyelesaikan masalah sampah. Dengan membentuk suatu komunitas masyarakat sadar lingkungan (my darling), ide-ide kreatif pun dimunculkan. Sehingga apapun peran orang selama memiliki tingkat kepedulian dan kesadaran yang tinggi terhadap lingkungannya, maka dia akan menjadikan hambatan dan tantangan di hadapannya sebagai suatu kesempatan untuk menciptakan perubahan terutama dalam pelestarian lingkungan.

Semoga ketika semua dimulai dari diri sendiri akan berkembang pada dimensi dan lingkungan yang lebih besar.

Terimakasih sobat sekilas artikel saya lain waktu disambung lagi sobat.

Sekian,

Terimakasih.

 

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Lingkungan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s